kala cinta bersemi dunia serasa strawberry---kala cinta menyapa dunia serasa mangga---kala cinta menjangkit dunia serasa pil pahit---so cinta tuh rame rasanya (kayak permen nano-nano)

Monday, 17 September 2012

Belajarlah (sampai akhir hayat)

"Bacalah dengan nama Tuhanmu", begitulah sebuah petikan ayat dari Al Qur'an. Membaca, atau dalam bahasa yang lebih luas belajar, bukan hanya sebuah perintah Allah, tetapi merupakan kewajiban dan kebutuhan kita semua. Dengan membaca akan membuka cakrawala dunia, dengan membaca akan mencerdaskan pola pikir kita, dan dengan membaca akan meninggikan derajat seseorang, baik di mata manusia maupun di mata Allah.

Dalam sebuah hadits disebutkan "tuntutlah ilmu mulai dari buaian sampai liang lahat", dalam hadits lainnya Rasulullah bersabda "tuntutlah ilmu walau sampai ke negeri China". Itu menandakan bahwa ilmu menjadi bagian yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Dengan ilmu kita akan bahagia di dunia, dengan ilmu kita akan bahagia di akhirat dan dengan ilmu pula kita akan bahagia di dunia dan akhirat. Sehingga proses untuk mendapatkan ilmu itupun haruslah proses yang berkesinambungan, tidak mengenal batas waktu, hingga nafas terakhir, dan diniatkan karena Tuhanmu.

Namun hal ini menjadi sebuah ironi di hampir semua negara-negara yang mayoritas penduduknya muslim. Meskipun Al Qur'an dan Hadits dengan tegas memerintahkan umatnya untuk membaca (belajar), akan tetapi pada kenyataannya budaya membaca masih sangat rendah di kalangan mereka. Dampaknya pertumbuhan ekonominya juga rendah, bahkan banyak yang berada pada garis kemiskinan. Padahal kemiskinan sangatlah dekat dengan kekufuran apabila keimanannya tidak kuat.

So... sobat-sobatku tercinta, mari kita giatkan membaca dan belajar. Belajar tidak mengenal kata telat, belajarlah sampai akhir hayat. 





0 comments:

Post a Comment